Di pinggir jalan yang ramai, di antara suara kendaraan dan langkah orang-orang yang terburu-buru, ada seekor anak kucing kecil.
Tubuhnya kurus, bulunya basah oleh hujan, dan matanya masih terlalu muda untuk mengerti arti kehilangan.
Di sampingnya terbaring seekor kucing betina tua, ibunya. Napasnya pelan, tubuhnya lemah, matanya hampir tak bisa terbuka.
Orang-orang lewat. Ada yang melirik, lalu pergi. Ada yang berkata, kasihan, tapi tetap melanjutkan langkah.
Namun anak kucing itu tidak pergi. Ia duduk rapat di samping ibunya, menempelkan tubuh kecilnya, memberikan hangat yang tersisa.
Ia mengeong pelan, bukan untuk meminta makan, tapi seperti memanggil ibunya agar tetap bertahan. Seolah berkata.. "Bu, Jangan tinggalin aku"..
Hujan semakin deras. Angin semakin dingin. Dan kota tetap sibuk. Tapi anak kucing itu tetap di sana. Ia tidak mencari tempat aman.
Ia tidak pergi mencari makan. Karena baginya lebih baik lapar daripada meninggalkan ibunya sendirian. Malam turun, lampu jalan menyala redup, aspal dingin menusuk.
Anak kucing itu menggigil, tapi tetap memeluk ibunya. Hingga seorang wanita berhenti, ia berjongkok dan matanya berkaca-kaca.. "Ya Tuhan".. ia melepas jaketnya, membungkus mereka, lalu mengangkat keduanya dengan hati-hati.
Wanita itu berlari menuju klinik hewan terdekat. Dokter mencoba menolong, memberi oksigen, memberi obat. Anak kucing itu duduk diam, matanya tidak lepas dari ibunya.
Dan beberapa menit kemudian, dokter menunduk pelan.."Kami sudah berusaha, tapi ibunya tidak tertolong"..
Ruangan itu sunyi. Anak kucing kecil itu mendekat. Ia menempelkan kepalanya ke tubuh ibunya. Mengeong kecil sekali. Bukan seperti meminta, tapi seperti mengucapkan selamat tinggal.
Seolah berkata.. "Bu, aku sudah di jaga". Wanita itu menangis. Lalu ia memeluk anak kucing itu erat-erat dan berbisik.."Kamu gak sendirian mulai hari ini. Aku yang jaga kamu".
Dan malam itu kita belajar satu hal. Bahwa cinta tidak selalu bisa menyelamatkan orang yang kita sayangi..
Tapi cinta... Selalu meninggalkan jejak karena yang paling kuat di dunia ini bukan yang punya segalanya, tapi yang tetap tinggal meski tidak punya apa-apa.

2 Komentar
Sedih mas. kebetulan saya pun punya dua kucing juga di rumah, dan dua-duanya hasil rescue-an.
BalasHapusSatu ada kucing kampung, itu layuuuu bener pas pertama ketemu. Macem sisa tulang sama kentut doang.
Eeeh sekarang udah gemuk, gemoy banget
Sama mas saya juga kucing dirumah hasil mungut dijalan malah, meski sekarang juga udah Gemoy dan bulunya lebat.
HapusCuma terkadang suka sedih aja kalau lihat kucing dijalan terlantar tanpa induknya atau ditinggal mati induknya.😁😊