Inspirasi Hidup dari Seorang Pembuat Pensil



Suatu hari, seorang pembuat pensil tua duduk di ruang kerjanya yang sunyi. Di depannya, ada satu pensil terakhir yang belum ia masukkan ke dalam kotak.

Ia memegang pensil itu dengan hati-hati, seolah memegang sesuatu yang lebih dari sekadar kayu dan grafit.

Lalu ia berkata pelan.. "Aku akan mengirimmu ke dunia, tapi sebelum itu ada lima hal yang harus kamu ingat".

Pensil itu diam, mendengarkan. Pembuat pensil itu tersenyum, lalu berkata.. "Pertama, kamu bisa melakukan hal-hal luar biasa, tapi hanya jika kamu mau berada di tangan yang tepat".

Begitu juga manusia, kita tidak diciptakan untuk berjalan sendirian. Kadang kita butuh bimbingan, butuh belajar, butuh seseorang yang menuntun kita agar potensi kita benar-benar terlihat.

Ia menata pensil itu lebih dalam. Dan berkata kembali.. "Kedua, kamu akan merasakan sakit saat diasah atau diraut, Proses itu menyakitkan, tapi tanpanya kamu tidak akan tajam".

Begitu juga hidup, rasa sakit, kegagalan, dan jatuh berkali-kali. Bukan untuk menghancurkanmu, tapi untuk membentukmu.




Ia menghela nafas pelan, lalu melanjutkan... "Ketiga, kamu akan membuat kesalahan, tapi kamu selalu punya kesempatan untuk memperbaikinya. Ia menunjuk penghapus kecil di ujung pensil. Lihat, bahkan kesalahan pun masih bisa dihapus.

Dan manusia tidak ada yang sempurna. Kesalahan bukan akhir segalanya. Selama kamu mau belajar, kamu selalu bisa memulai lagi.

Pembuat pensil itu menggenggam pensil tersebut lebih erat... "Keempat, yang paling penting bukan bagian luarmu, bukan kayumu, bukan warnamu, bukan penampilanmu, tapi isi di dalam dirimu. Grafit yang membuatmu berguna".

Begitu juga manusia, nilai kita tidak ditentukan oleh pujian, jabatan, atau tampilan luar, tapi oleh karakter, integritas, dan hati.

Lalu ia menatap ujung pensil itu dan berkata dengan suara lebih lembut.. "Dan yang kelima, kemanapun kamu pergi, apapun yang kamu sentuh, kamu akan meninggalkan jejak. Maka hati-hatilah, jejakmu bisa menjadi kebaikan atau bisa menjadi luka bagi orang lain.

Pembuat pensil itu tersenyum, lalu memasukkan pensil itu ke dalam kotak. Dan sebelum kotak itu ditutup, ia berkata, pelan.. "Jadilah pensil terbaik dalam hidupmu. Bukan yang paling mahal, bukan yang paling indah, tapi yang paling berguna, yang paling memberi arti, dan yang meninggalkan jejak kebaikan. dimanapun kamu berada".

Begitu juga dengan hidup ini. Karena pada akhirnya, hidup bukan tentang seberapa lama kita bertahan, tapi tentang apa yang kita tinggalkan untuk dunia dan untuk orang-orang yang kita cintai.





~ THANK ~ YOU ~

Posting Komentar

0 Komentar